Usia terbaik untuk mengenalkan makanan tambahan pada bayi adalah usia 6 bulan. Komite yang membahas mengenai aspek medis dalam kebijakan makanan di Inggris atau Comittee on Medical Aspects of Food Policy (COMA) mengeluarkan laporan berjudul Weaning and Weaning Diet. Laporan tersebut mengemukakan bahwa pemberian makanan padat terlalu dini atau dengan peningkatan jumlah yang terlalu cepat berakibat buruk pada bayi.
Makanan Tambahan untuk Bayi
Makanan Tambahan untuk Bayi
Akibat yang dapat ditimbulkan antara lain :
1. Rusaknya sistem pencernaan.
Perkembangan usus bayi dan pembentukan enzim yang dibutuhkan untuk pencernaan
memerlukan waktu 6 bulan. Sebelum sampai usia ini, ginjal belum cukup berkembang untuk
dapat menguraikan sisa yang dihasilkan oleh makanan padat.
2. Tersedak.
Sampai usia 6 bulan, koordinasi saraf otot (neuromuscular) bayi belum cukup berkembang untuk mengendalikan gerak kepala dan leher ketika ia duduk tegak di kursi. Jadi, bayi masih sulit menelan makanan dengan menggerakkan makanan dari bagian depan ke bagian belakang mulutnya, karena gerakan ini melibatkan susunan refleks yang berbeda dengan minum susu.
3. Meningkatkan risiko terjadinya alergi.
Asma,eksem, demam tinggi, penyakit seliak atau alergi gluten (protein dalam gandum), dan kacang tanah akan mudah berkembang, khususnya jika ada riwayat alergi di dalam keluarga.
4. Batuk.
Penelitian bangsa Skotlandia menyatakan adanya hubungan antara pengenalan makanan pada umur 4 bulan dengan batuk yang berkesinambungan.
5. Obesitas.
Penelitian telah menghubungkan pemberian makanan yang berlebih di awal masa perkenalan dengan obesitas dan peningkatan risiko timbulnya kanker, diabetes, dan penyakit jantung di usia lanjut.
Ketika bayi tumbuh dan berkembang, susu saja tidak cukup untuk menyokong pertumbuhannya. Bayi
membutuhkan nutrisi tambahan sejak umur 6 bulan meskipun beberapa bayi mungkin belum
merasakan kebutuhan ini. Ketika berumur 5-6 bulan, berat badannya akan menjadi dua kali lipat berat
Panduan Menu Makanan Anak
Menu Makanan Anak
Resep Menu Makanan Anak
Badan saat lahir, dan pada umur 12 bulan berat badannya menjadi tiga kali lipat berat badan saat lahir. Jika air susu ibu atau susu formula bisa mernenuhi kebutuhan nutrisinya di bulan-bulan pertama, pertumbuhan dan perkembangannya yang cepat membutuhkan nutrisi tambahan selain yang bisa diberikan susu. Pada saat bayi mencapai umur 6 bulan, kita mungkin menyadari bahwa ia:
1. Terlihat lapar dan menginginkan makanan meskipun sudah diberikan ASI atau 250 ml susu
formula 4-5 kali sehari dengan interval waktu 3-4 jam.
2. Masih terlihat lapar setelah diberi ASI dari kedua payudara atau 250 ml susu formula.
3. Bangun lebih cepat atau bangun di tengah malam, padahal sebelumnya dia tidur lelap.
4. Mulai mengunyah tangannya dan mencoba untuk memasukkan barang ke dalam mulutnya.
Jika gejala-gejala diatas mulai tampak, maka inilah saatnya kita mulai harus mengenalkan makanan padat pendamping ASI. Saat mulai mengenalkan makanan padat, kita mulai dengan pemberian bubur yang sangat halus. Selanjutnya beralih ke bubur yang lebih kasar, sampai umur sekitar 12 bulan dan sudah sepenuhnya mampu menyantap makanan keluarga.
About Me
Label
- Background Power Point (2)
- Cairan Tubuh (4)
- Download lagu (1)
- Download lagu Indonesia (2)
- Internet (8)
- Kesehatan Balita (3)
- Kesehatan dan Penyakit (31)
- Kisah Teladan (3)
- Perawatan Pada Hewan (1)
- Teknologi-Kesehatan (5)
- Terapi (7)
- Tips Trik Blog (5)
- Tumbuhan Obat (11)
- Undang-Undang Kesehatan (1)
An!m@TioN
Archives
-
▼
2010
(78)
-
▼
April
(51)
- Askep Sindrom Nefrotik
- Kateterisasi Urine
- Kateterisasi Urine Pada Wanita
- Kateterisasi Urine Pada Pria
- Herbal Batu Ginjal dan Asam Urat
- Manfaat ASI
- ASI Eksklusif
- Mengenalkan Makanan Tambahan untuk Bayi Anda
- Fraktur (Patah Tulang)
- Jenis-jenis Terapi Autisme
- Penyebab Sakit / Nyeri Pinggang
- Jengkol Baik Untuk Kesehatan Ginjal
- Cara merawat Kucing
- Teknologi kesehatan baru dari jerman
- Penyakit Meningitis
- Penyakit Malaria
- Penyakit Darah Rendah (Hipotensi)
- Penyakit Menular dan Tidak Menular
- Penyakit Pneumonia
- Penyakit Leukemia (Kanker Darah)
- Penyakit Diabetes Mellitus (DM)
- Penyakit Gagal Ginjal
- Penyakit Asma (Asthma)
- Penyakit AIDS
- Penyakit Cacar (Herpes)
- Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)
- Penyakit Kolera (Cholera)
- Penyakit Kanker Kulit
- Terapi Sedot Lintah Semakin Diminati
- Reparasi Lutut Dengan Bantuan Komputer
- Tanaman Obat Kumis Kucing
- Tanaman obat
- JAHE
- Manfaat Tanaman Obat Kunyit
- Cegah gusi berdarah dengan labu siam
- Tanaman Keji Beling
- Tanaman Obat Kina
- Mentimun
- Sirih Merah dan Diabetes Mellitus
- Terapi Mandi
- Tanaman Untuk Kencing Manis
- MANFAAT BAWANG PUTIH
- Terapi ABA
- Urin
- Terapi Urine
- Terapi Akupuntur
- TERAPI WARNA
- Akupuntur
- Melangsing Tanpa Pusing dengan Akupuntur
- Carpal Tunnel Syndrome Bagi Pengguna Komputer
- Teknologi Informasi di Bidang Kesehatan
-
▼
April
(51)
Mengenalkan Makanan Tambahan untuk Bayi Anda
Rabu, 07 April 2010Diposting oleh Safarianti di Rabu, April 07, 2010
Label: Kesehatan Balita
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar