
Akupuntur? Anda pasti sudah mengetahuinya dan barangkali pernah mencobanya. Metode pengobatan asli Cina ini kini makin populer setelah kalangan medis barat juga menerima praktek akupuntur dengan membuka klinik-klinik akupuntur. Ternyata, banyak penyakit yang bisa disembuhkan dengan akupuntur... lalu bagaimana dengan kegemukan?
"Terapi akupuntur pada pasien obesitas terbukti efektif dan tanpa efek samping," kata dokter sekaligus ahli akupuntur di Klinik Akupuntur Dr. Noviani, Dr. Caecilia Noviani. "Metodenya sendiri sudah ditemukan dan dirumuskan sekitar 3000 tahun sebelum masehi." Dia kemudian mengungkapkan penelitian akupuntur pada 802 kasus obesitas. Hasil yang didapat setelah 8 minggu terapi membuktikan adanya 594 kasus (74%) yang menunjukkan hasil penurunan berat badan antara 7-10 kilogram.
"Titik paling efektif untuk mengatasi obesitas adalah titik lapar atau T 18," katanya. Titik lapar ini berada di telinga Anda. Dengan jarum tipe khusus -Anda jangan membayangkan jarum akupuntur yang panjang itu- telinga Anda ditusuk selama seminggu. Jarum telinga atau disebut juga press needle ini direkat dengan plester. Setiap Anda merasa lapar, Anda harus memegang jarum ini 2-3 menit, atau setengah jam sebelum waktu makan -tiga kali sehari. Efek tekanan jarum di telinga ini akan merangsang ramus auricularis nervus vagus -saraf-saraf yang ada di daun telinga dan berhubungan dengan sistem pencernaan bagian atas. Singkatnya, kontraksi otot lambung di saat Anda lapar akan ditekan sehingga lambung menjadi tenang -menghilangkan suara kriyuk-kriyuk pada saat jarum jam menunjukkan angka 12 siang. Anda pun akan lebih tahan lapar. "Seminggu sekali akan ada evaluasi, yaitu evaluasi respon subyektif berupa pengurangan rasa lapar dan respon obyektif dari penurunan berat badan."
Selain membantu mengatasi obesitas, akupuntur kerap menjadi terapi pendamping pada berbagai macam penyakit. Umumnya dibutuhkan 6 kali kedatangan untuk merasakan manfaat akupuntur. Tapi untuk hasil maksimal biasanya dibutuhkan 12 kali kedatangan. Tiap kali pertemuan Anda akan 'ditusuk' selama kurang-lebih 20 menit. "Tentu saja tergantung dari tingkat keparahan penyakit," kata Dr. Novi.
Meski dianggap pengobatan kuno, tapi press release yang dikeluarkan Persatuan Akupunturis Seluruh Indonesia (PAKSI) menyebutkan bahwa WHO telah mengakui dan mengeluarkan pedoman mengenai pendidikan, penelitian, dan pelayanan akupuntur. Disebutkan pula, akupuntur tidak lagi dianggap misteri karena mulai bisa diungkapkan melalui pendekatan ilmiah rasional ilmu kedokteran. Mau coba? Anda tinggal datang ke rumah sakit, sebab hampir semua rumah sakit di kota besar di Indonesia memiliki pelayanan akupuntur.
Fakta Akupuntur
- Terapi ini tidak menimbulkan efek samping sistemik karena pemberian terapi hanya bersifat lokal.
- Yang menjadi konsentrasi penusukan adalah 'meridian'. Penusukan dilakukan untuk melancarkan aliran energi di daerah meridian yang bermasalah.
- Di Eropa, akupuntur kerap dilakukan sebagai terapi untuk mengatasi nyeri, terapi muskuloskeletal -berkaitan dengan tulang dan otot, juga terapi untuk mual-muntah.
- Di Cina, pada beberapa kasus akupuntur sudah menjadi terapi tunggal. Misalnya sebagai tindakan preventif dan terapi mengatasi rasa nyeri. Bahkan, anestesi lokal hanya menggunakan akupuntur!
Melangsing Tanpa Pusing dengan Akupuntur
Tubuh seksi dan langsing adalah dambaan setiap wanita. Juga para pria. Namun, gaya hidup moderen jaman sekarang ini sering menjadi kambing hitam meningkatnya bobot tubuh dan lemak di tubuh kita.
Waktu yang selalu penuh aktivitas mengakibatkan jadual makan tidak teratur. Makan besar yang mestinya dilakukan di siang hari menjadi malam hari. Akibatnya, naiklah berat badan kita.
Masih ditambah stress dan ketegangan yang melanda setiap hari. Makan menjadi terabaikan. Akibatnya, setiap kali makan, maunya yang enak dan banyak. Padahal yang enak biasanya berlemak tinggi, dan membuat bobot tubuh menaik.
Karenanya, tidak heran bila di tv-tv banyak ditawarkan cara-cara dan alat-alat pelangsing perut, pelangsing badan. Juga obat-obat serta jamu susut badan menjadi barang dagangan yang laris dijajakan di toko-toko obat. Ini pertanda, kegemukan atau obesitas sudah menjadi masalah sosial.
Tentu semua itu ada kelemahan dan kelebihannya. Salah satu, cara yang bisa dibilang cukup menarik dan efektif dalam melangsingkan badan adalah dengan tusuk jarum atau akupuntur.
Thalamus, Target Utama
Ilmu pengobatan tradisional Cina ini sudah merajai belantara negeri tirai bambu sejak ribuan tahun lalu. Dan sekarang, hampir di seluruh dunia, menggunakan metode ini. Selain karena orang China tersebar begitu luas di hampir seluruh penjuru bumi, ilmu ini memang terbukti ampuh menyelesaikan beragam persoalan penyakit. Salah satunya untuk keperluan komestik. Dari yang menghaluskan kulit sampai menurunkan berat badan.
Dalam uraiannya yang berjudul The Mechanism of Weight Loosing by Acupuncture, Dr. Alex Tatevian, Doctor of Acupuncture dari Rhode Island, Amerika Serikat menyebutkan bahwa persoalan menurunkan berat badan tidaklah semata membakar lemak, melainkan juga mengatur pola makan.
Karena itu, Alex menyatakan bahwa target akupuntur untuk urusan langsing ini adalah bagian otak yang disebut thalamus (bagian terbesar dari batang otak paling atas yang membentuk dinding samping ventrikel ketiga) dan hypothalamus (bagian dasar batang otak paling atas, berada di bawah thalamus).
Keduanya adalah bagian otak yang mengatur sistem lapar dan haus, detak jantung, jam tidur dan bekerja, hasrat seksual, pencernaan, dan kontrol keseimbangan cairan tubuh.
Dengan menusukan jarum di meridian yang tersambung dengan thalamus, keinginan untuk makan bisa dikendalikan. Meridian adalah jalur atau tempat mengalirnya chi atau Qi dalam tubuh.
Praktisi akupuntur kecantikan, Salomo Simanjuntak, menambahkan,” Tusukan pada titik ini menyebabkan orang yang biasanya makan dua piring akan makan hanya sepiring. Kalau lebih dari itu akan mual,” jelas ketua Yayasan Pendidikan Akupuntur Yapeptri.
Pentingnya thalamus terhadap pola kebiasaan tubuh dapat diketahui lewat penelitian yang dilakukan oleh Dr. Ralph W. Richter, MD, neurolog dan psikiater dari Tulsa, Oklahoma yang melakukan penelitian terhadap sekitar 200 tikus.
Dr. Richter mencoba merusak sedikit bagian thalamus di otak tikus-tikus ini. Setelah itu, diketahui adanya perubahan perilaku yang luar biasa. Tikus-tikus ini mulai makan setiap 40 sampai 60 menit dan minum setiap beberapa menit. Mereka juga tidak lagi tidur seperti sebelumnya, selama 12 jam, tetapi berkeliling terus menerus dan tidak pernah tidur.
Penelitian ini menunjukkan bahwa thalamus dan hypothalamus adalah organ penting yang mengatur irama kehidupan. Peran hypothalamus dan thalamus menjadi sangat penting karena system limbic yang ditempatinya sangat berpengaruh dalam mengatur beragam insting, pengendalian emosi, struktur psikologis, dan kehidupan social.
Stress bisa membuat system ini tidak seimbang. Akibatnya elektrokimia yang menghubungkan beragam unsur di bagian system ini akan kacau. Insting-insting yang terdapat dalam system ini dengan sendirinya akan terganggu polanya.
Padahal bila insting seksual dan agresivitas tidak dipuaskan setiap saat, insting lapar akan terpicu untuk aktif. Pemenuhan insting (lapar) ini mampu menekan tingkat stress dan agresivitas seseorang, sehingga kembali menjadi tenang.
Tidak heran bila orang dalam keadaan stress tinggi, akan merasa tenang kalau sudah makan dalam jumlah banyak. Inilah sebabnya, kenapa stress, depresi menyebabkan pola makan seseorang menjadi berubah. Dari yang terkendali menjadi tidak terkendali atau berlebihan.
Organ Sindrom Obesitas
Supaya pekerjaan melangsingkan tubuh lebih efektif lagi, Salomo melanjutkan, penusukan dilakukan pada bagian tubuh yang berlemak. Misalnya di bagian perut, paha, lengan. “Namun biasanya diambil titik-titik meridian yang terkait dengan organ-organ yang punya hubungan dengan persoalan berat badan dan thalamus,” jelas Salomo.
Menurut Dr. Agustin Idayanti, MS, organ yang terkait dengan sindrom obesitas adalah organ limpa, lambung, hati dan ginjal. Adanya kekurangan energi pada organ limpa dan lambung menimbulkan riak, suasana lembab dan panas. Keadaan ini memperlemah transformasi dari makanan menjadi Qi (energi) serta melemahkan transportasi Qi ke seluruh tubuh, mempengaruhi transformasi cairan tubuh yang bisa mengakibatkan makanan dan cairan tubuh dalam lambung bertambah panas. Inilah yang menyebabkan nafsu makan bertambah.
Selanjutnya, berhentinya Qi pada organ hati dan berlebihnya energi panas di organ ini menyebabkan terjadinya depresi, mudah marah dan tersinggung.
Kekurangan Qi pada organ ginjal menyebabkan seseorang menjadi tidak bergairah, sering lemah, disertai dengan keadaan naik turunnya berat badan secara tidak teratur.
“Sebab itu, akupuntur berfungsi memberi efek mengurangi panas, lembab dalam lambung dan menguatkan organ tersebut. Juga menguatkan organ limpa, ginjal, hati dan mengurangi kelebihan energi di organ-organ tersebut serta mengatur emosi dan nafsu makan. Hasil akhirnya berat badan turun,” jelas akupunturis dari Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Akupuntur Puslitbang Yantekkes Depkes RI, Surabaya.
Salomo menambahkan, kadang-kadang penderita perlu dikuatkan organ paru dan jantungnya supaya tenang dan emosi terkendali. Tusukan tambahan biasanya dilakukan pada meridian yang terkait dengan organ pencernaan semisal usus besar.
Ada Jam Piket
Bagi Alex dan Salomo, dan tentu saja para akupunturis lain, penanganan dengan tusuk jarum ini tidak akan efektif bila tidak disertai dengan langkah kooperatif dari para pasien.
Setiap orang yang berkeinginan menurunkan berat badan atau langsing, harus memunculkan kesadaran dari dalam diri sendiri untuk mengendalikan diri dalam hal makan dan istirahat supaya tidak stress.
Salomo menegaskan bahwa organ tubuh kita ini memiliki jam piket. Menurut ilmu Traditional Chinese Medicine (TCM), ada 12 organ utama yang kita miliki. Mulai dari paru-paru, usus besar, lambung, limpa, jantung, usus kecil, kantung kemih, ginjal, selaput jantung, tiga pemanas, kandung empedu, dan hati. “Penyebutan ini harus berurutan,” tegas Salomo
Ada masa dimana organ-organ ini bekerja maksimal dan minimal. Paru-paru bekerja maksimal antara jam tiga sampai jam lima pagi. Usus besar jam lima sampai tujuh pagi. Lambung jam tujuh sampai jam sembilan, limpa jam sembilan sampai sebelas, dan seterusnya.
Sebab itu, tidak heran bila pada jam-jam tertentu banyak orang akan melakukan kegiatan yang sama. Pub atau buang air besar misalnya, banyak dilakukan pada jam-jam antara jam lima sampai tujuh pagi karena masa ini usus besar bekerja maksimal.
Maka dari itu, jangan membiarkan lambung bekerja tanpa ada bahan di dalamnya. “Bisa kembung dan banyak gasnya bila pada jam tujuh sampai jam sembilan perut tidak diisi makanan, melainkan hanya kopi,” jelas pemilik Klinik Akupuntur Mutiara, Jl. Malaka IV, Blok G1, Klender, Jakarta Timur ini.
Sebaliknya, masa dimana organ bekerja minimal adalah 12 jam sesudah bekerja maksimal. Artinya, lambung akan bekerja minimal pada jam sembilan belas. Sebab itu, makan di malam hari, semestinya tidak berlebihan dan kalau bisa sedikit tapi bergizi.
Maksudnya, bukan karena kita tidak beraktivitas, melainkan supaya makanan tidak menjadi sampah karena menumpuk akibat lambung tidak bekerja maksimal.Kesadaran dan pengetahuan ini harapannya akan membantu kita semua untuk berlaku rasional terhadap tubuh kita sendiri. Sehingga tidak ada langkah irasional yang akibatnya malah tidak baik bagi tubuh, misalnya makan banyak di malam hari.
Teknik Akupuntur untuk Bantu Kehamilan
Kapanlagi.com - Teknik akupuntur kini banyak digunakan di AS untuk membantu seorang wanita bisa menjadi hamil. Menurut laporan dari American Society for Reproductive Medicine, terapi dengan menggunakan akupuntur yang dilengkapi dengan konsumsi obat tradisional telah membantu banyak wanita menjadi hamil.
Di AS banyak wanita yang menunda memiliki anak sampai usia 30 hingga 40 tahun.
Ketidaksuburan lalu menjadi sebuah tantangan karena diperkirakan 3 juta pasangan di AS dikabarkan tidak mampu melakukan pembuahan setiap tahunya. Klinik Kesuburan kemudian tumbuh menjamu bak tumbuhnya jamur dimusim hujan.
Dari klinik itulah kemudian para dokter berani berujar bahwa banyak wanita yang gagal hamil jika harus melakukan terapi secara konvensional.
Tidak heran para wanita itu kemudian beralih ke pengobatan alternatif seperti akupuntur yang dilengkapi dengan penggunaan obat-obat tradisional dari ramuan tumbuhan alias jamu.
Sejumlah dokter mengingatkan untuk dilakukan penelitian sejauh mana efektifitas dari terapi akupuntur meski ada juga yang lain yang menyatakan tindakan akupuntur tidak masuk dalam ilmu pasti.
Studi yang dipublikasikan pada tahun 2002 silam melalui The Journal Fertifility and Sterility menyebut kepopuleran terapi akupuntur di Jerman.
Studi itu dilakukan oleh Dr. Wolfgang Paulus dari The University of Ulm yang menemukan bahwa 42% wanita yang mendapatkan terapi akupuntur sebelum dan sesudah IVF misalnya menjadi hamil bila dibandingkan dengan 26% yang tidak mendapatkan terapi akupuntur.
Setahun kemudian Dr. Raymond Chang dan rekanya dari Cornell University's Medical School di New York mempublikasikan laporan pada jurnal yang sama yang menyatakan bahwa akupuntur akan membuat para wanita lebih rileks dan sirkulasi produktifitas horman menjadi lancar yang akan membuat aliran ke uterus dimana sang jabang bayi berada bisa lebih terjaga.
Menurut Dr Dr. Paul C. Magarelli yang merupakan spesialis kesuburan dari Colorado Springs, Colorado, karena dua penelitian itu dipublikasikan melalui sebuah jurnal yang prestisius maka kemudian banyak dokter yang lalu mencobanya.
Seorang akupuntur dari Stanford University for Integrative Medicine di Palo Alto, Deming Huang mengatakan bahwa banyak pasien wanita yang kemudian mulai menanyakan soal manfaat akupuntur ini kepada para dokter.
Terapi akupuntur sebagai usaha untuk membuat seorang wanita hamil kemudian malah merambah ke layar kaca saat diserial TV Sex and The City karakter yang memerankan sosok Charlotte mengungunjungi seorang akupuntur untuk berusaha mengalami kehamilan.
0 komentar:
Posting Komentar