Bedah Tulang : Reparasi Lutut dengan Bantuan Komputer. Di usia senja, Rona masih sibuk bekerja sebagai konsultan desain interior di sebuah perusahaan terkemuka. Tuntutan kerja membuat perempuan energik ini sering kali terpaksa berdiri dan berjalan kaki berjam-jam untuk melayani para konsumen.
Namun, belakangan rasa nyeri sering mendera ketika ia harus berdiri dalam waktu lama. Oleh dokter, ia dianjurkan menjalani terapi fisik dan mengonsumsi obat-obatan untuk mengatasi rasa nyeri di sendi lutut. "Karena sibuk, saya suka membandel, tidak mematuhi saran dokter," ujarnya.
Ketika rasa nyeri bertambah parah, ia berobat ke Singapura dan dianjurkan segera menjalani operasi. Karena takut dibedah, ia memilih menjalani pengobatan tradisional Cina. Keputusan menunda dioperasi itu membuat kakinya makin terasa ngilu dan bentuknya jadi bengkok hingga akhirnya sulit berjalan.
"Saya rasanya mau mati saja waktu tidak bisa berjalan," tutur Rona. Atas dukungan keluarga, ia akhirnya menjalani operasi dengan teknik invasi minimal dipandu sistem komputerisasi yang relatif baru di Indonesia. Setelah dioperasi, ia sempat merasa sangat nyeri.
Beruntung proses pemulihannya terbilang singkat. Kini ia bisa beraktivitas seperti sedia kala, termasuk duduk bersimpuh ataupun duduk bersila. Nyeri sendi lutut akibat pengapuran tulang yang dideritanya pun tidak datang lagi. "Padahal, saya sempat takut kalau habis dioperasi malah tambah sulit berjalan," ujarnya.
Invasi minimal
Menurut Kepala Departemen Bedah Ortopedi Rumah Sakit Medistra Jakarta dr Nicolaas C Budhiparama, pertumbuhan penduduk usia tua di dunia terus meningkat. Adapun problem kesehatan di hari tua kian banyak, di antaranya keropos tulang (osteoporosis) dan pengapuran tulang (osteoarthrosis).
Penurunan kualitas sendi pada tulang ini mengakibatkan pergerakan sendi tulang terganggu sehingga tulang akan rusak, seperti bentuk berubah jadi bengkok atau permukaan melebar yang menimbulkan tonjolan tulang. "Dari hasil X-ray disimpulkan, 25 persen hingga 30 persen pada orang usia 45-64 tahun dan 85 persen pada individu di atas 65 tahun," ujarnya.
"Penyakit sejenis ini tak dapat disembuhkan, penderitanya sulit bergerak," kata Nicolaas. Karena itu, banyak penderita yang harus ditangani dengan tindakan medis, seperti pengobatan disertai terapi fisik atau pengobatan dengan terapi fisik dan injeksi. Jika parah, diperlukan operasi penggantian sendi lutut (uni-compartmental knee replacement).
Operasi penggantian sendi lutut adalah operasi ortopedi yang cukup rumit, tetapi makin banyak dilakukan untuk menghilangkan rasa sakit dan mengembalikan fungsi persendian. Di Eropa, diperkirakan operasi ini dilakukan 540.000 kali per tahun dan di Amerika sekitar 400.000 per tahun.
Hampir 85 persen hingga 90 persen dari pasien yang menjalani operasi ini merasa puas karena rasa sakit hilang dan fungsi sendi dalam bergerak bisa pulih sehingga dapat beraktivitas normal. Hampir 90 persen dari pasien yang dioperasi mampu mempertahankan kondisi itu hingga sepuluh tahun. Perkembangan teknik dan materi implan yang digunakan mampu mengoptimalkan hasil operasi.
Kenyataannya, operasi penggantian lutut itu sering menimbulkan berbagai komplikasi pada pasien. Komplikasi itu disebabkan, antara lain, prediksi anatomi dari kerusakan tulang sebelum operasi kurang akurat, deviasi dari pisau bedah yang dipakai, keterampilan dokter bedah tulang. Selain itu, ada kemungkinan terjadi infeksi dan banyak saraf ikut teriris akibat sayatan operasi terlalu besar.
Untuk itu, teknik meminimalkan sayatan pada operasi melalui minimally invasive surgery (MIS) mulai dikembangkan agar efek samping bisa diminimalkan. "Keuntungan operasi dengan MIS adalah trauma pada lutut makin kecil, pendarahan selama operasi lebih sedikit, dan rasa sakit bagi pasien sangat berkurang, rawat inap lebih singkat dan proses pemulihan lebih cepat. Secara kosmetik, sayatan lebih tampak sebagai luka kecil," tuturnya.
Komplikasi pada MIS umumnya disebabkan keterbatasan keahlian ahli bedah tulang yang mengoperasi serta faktor usia, berat badan, kesehatan pasien, dan kurangnya kenyamanan pasien. Untuk mengatasi komplikasi, kini MIS dilakukan dengan bantuan komputer (Computer Assisted Orthopaedic
About Me
Label
- Background Power Point (2)
- Cairan Tubuh (4)
- Download lagu (1)
- Download lagu Indonesia (2)
- Internet (8)
- Kesehatan Balita (3)
- Kesehatan dan Penyakit (31)
- Kisah Teladan (3)
- Perawatan Pada Hewan (1)
- Teknologi-Kesehatan (5)
- Terapi (7)
- Tips Trik Blog (5)
- Tumbuhan Obat (11)
- Undang-Undang Kesehatan (1)
An!m@TioN
Archives
-
▼
2010
(78)
-
▼
April
(51)
- Askep Sindrom Nefrotik
- Kateterisasi Urine
- Kateterisasi Urine Pada Wanita
- Kateterisasi Urine Pada Pria
- Herbal Batu Ginjal dan Asam Urat
- Manfaat ASI
- ASI Eksklusif
- Mengenalkan Makanan Tambahan untuk Bayi Anda
- Fraktur (Patah Tulang)
- Jenis-jenis Terapi Autisme
- Penyebab Sakit / Nyeri Pinggang
- Jengkol Baik Untuk Kesehatan Ginjal
- Cara merawat Kucing
- Teknologi kesehatan baru dari jerman
- Penyakit Meningitis
- Penyakit Malaria
- Penyakit Darah Rendah (Hipotensi)
- Penyakit Menular dan Tidak Menular
- Penyakit Pneumonia
- Penyakit Leukemia (Kanker Darah)
- Penyakit Diabetes Mellitus (DM)
- Penyakit Gagal Ginjal
- Penyakit Asma (Asthma)
- Penyakit AIDS
- Penyakit Cacar (Herpes)
- Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)
- Penyakit Kolera (Cholera)
- Penyakit Kanker Kulit
- Terapi Sedot Lintah Semakin Diminati
- Reparasi Lutut Dengan Bantuan Komputer
- Tanaman Obat Kumis Kucing
- Tanaman obat
- JAHE
- Manfaat Tanaman Obat Kunyit
- Cegah gusi berdarah dengan labu siam
- Tanaman Keji Beling
- Tanaman Obat Kina
- Mentimun
- Sirih Merah dan Diabetes Mellitus
- Terapi Mandi
- Tanaman Untuk Kencing Manis
- MANFAAT BAWANG PUTIH
- Terapi ABA
- Urin
- Terapi Urine
- Terapi Akupuntur
- TERAPI WARNA
- Akupuntur
- Melangsing Tanpa Pusing dengan Akupuntur
- Carpal Tunnel Syndrome Bagi Pengguna Komputer
- Teknologi Informasi di Bidang Kesehatan
-
▼
April
(51)
Reparasi Lutut Dengan Bantuan Komputer
Minggu, 04 April 2010Diposting oleh Safarianti di Minggu, April 04, 2010
Label: Teknologi-Kesehatan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar